Di antara penumpang kereta, Memoriku tertembak ke layar kaca. Puing-puing berlari, pada lekukan tangis dan tawamu. Pernah kau berujar di depan kedua mataku, “Tidak ada yang menyaingi kecantikanmu. Sekalipun itu rembulan” Aku pikir, kata-katamu adalah ilusi yang tidak akan termaafkan oleh siapapun anak-anak muda yang memuja nama besarmu. Tapi, di malam itu, Raut parasmu menggulirkan […]
Lautan yang membawamu pulang, pada jangkar nelayan di siang yang lapar, Diam-diam anjing membelah terik Gelas-gelas usang berkelakar. “Tidak kah kau membawakan makan untuk anak gadismu?” “Tidak ada yang bisa ku bawa pulang.” Mesin pemutar memori membawa berita yang tidak lagi sama. Bahwa ekonomi adalah langit yang kaya. Polisi mengikat satu per satu harapan, kepala, […]
Pada abad kedua puluh lima masehi/ Bulan tertelungkup pada gelas-gelas birahi/ Menghadap kiblat, debu dan ombak/ Suara, kebingungan, kebiadaban, di depan altar mereka berserak// Tidak ada yang pernah mengingatmu, katanya// Tidak ada yang pernah peduli, katanya// Tidak ada yang pernah memujamu, katanya// Berkelakar ia bimbang/ Menyaksikan persembahan tubuh-tubuh yang telanjang// Demi keseimbangan/ Demi korban dan […]
Evalia closes the storm at 7 p.m Drinking a glass of tea during the break of a men cheating the flood upon my breast. Evalia didn’t know much that the stars walked out from the podium, for the nature I can’t conserve I was run by sick and the weakness. At 10 p.m the old […]